RECENT POST

Thursday, May 23, 2013

A Gift : Part 5 - Jalan Jalan Hemat ke Cameron Highland


Cameron  Highland

Ini adalah sebuah perjalanan tertunda yang menjadi kenyataan, setelah 2 kali kesempatan berkunjung ke tempat ini gagal dan setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya kali ini Me, My Hubby dan My LA sampai juga di Cameron Highland.
Me & My Hubby memang sangat menyukai pegunungan, suasana pegunungan, hawa dingin di pegunungan, saat menikmatinya kami baru merasakan liburan yang sesungguhnya, karena itu kami antusias sekali berkunjung ke tempat ini.

Bus kami berhenti di Tanah Rata, Cameron Highland. Sayang cuaca mendung, hua... kami baru saja tiba dan sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.

 Foto foto di Tanah Rata

Menelusuri pertokoan di sepanjang Tanah Rata untuk mencari pangkalan taxi yang bisa membawa kami ke Brinchang, akhirnya kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu di Sheng Meng Restaurant. Harga makanan di tempat ini berkisar di Rm 7/ porsi



Wah.. hujan mulai turun sekarang, kami tinggal menyebrang untuk naik taxi

Pangkalan Taxi Tanah Rata
Ongkos perjalanan dari Tanah rata menuju Brinchang, Hotel Chua Gin tempat kami menginap adalah Rm 10. Kami memesan hotel ini melalui www.booking.com, untuk kamar standard double, namun pada saat kami tiba disana ternyata kamar double penuh. jadi Recepsionis menawarkan Family room dan untuk dua malam kami membayar Rm 238 terkena penambahan biaya Rm 30 dari harga semula untuk kamar double. karena kesalahan dari pihak Hotel, kami mendapatkan harga khusus...



Hotel Chua Gin terletak di pusat kota Brinchang, lokasinya sangat strategis, dekat dengan pasar, tempat makan, mini market dan night market. Resepsionisnya sangat ramah, bahkan merekomendasikan tempat tempat makan enak di Brinchang. Kami rasa kami cukup puas menginap di hotel ini. Ah... satu satunya kekurangan adalah kami harus naik tangga dua lantai untuk mencapai kamar hotel.

Mandi dan kami bergegas untuk mengelilingi Brinchang, tujuan utama kami adalah night market Brinchang yang sangat terkenal. Night market ini hanya buka pada hari Jumat dan Sabtu dan saat kami tiba di sana suasana sangat ramaiii dan semakin malam semakin ramaiiiiii sekali. Wow... ini salah satu surga makanan di Brinchang, rasanya hampir semua ada di sini, mulai dari buah buahan, gorengan, nasi, sosis, kembang gula, semua ada di tempat ini.


 Suasana di Night Market Brinchang

Kami beli berbagai macam makanan di tempat ini, dari makanan berat, makanan ringan, durian sampai manisan jambu. panjang night market ini hampir mencapai 300 meter dan hampir semuanya pedagang makanan dan buah buahan... wah... sungguh menggoda sekali... bukan cuma itu, 300 meter itu berseberangan di dua sisi jalan loh, jadi hampir 600 meter pedagang makanan. Ada juga sih yang menjual souvenir bernuansa strawberry dan baju baju bertuliskan Cameron Highland

Brincang night market


 Ngemil sambil jalan

Night market ini bener bener seru banget, mungkin karena Me, My Hubby dan My LA suka sekali wisata kuliner. Kalau harga bisa di bilang murah, bisa juga dibilang mahal. Untuk sebuah jagung bakar harganya adalah Rm 3.5, jika membeli 3 menjadi Rm 10. Durian yang kami makan seharga Rm 14, manisan jambu biji 1 buah Rm 4, gorengan jamur Rm 5, dan masih banyak lagi makanan yang kami beli bahkan sampai kami lupa mengambil fotonya.


Kami jalan menuju daerah penginapan dan mampir di sebuah restaurant steamboat yang di rekomendasikan, tetapi karena tempatnya masih penuh akhirnya kami memutuskan kembali ke hotel terlebih dahulu untuk menghabiskan makanan yang kami beli di night market.

 Makan makan berlanjut di kamar hotel

Hampir satu jam, dan kami kembali ke Mountain House untuk menikmati steamboat, kali ini kami tidak mengantri lama dan kami segera mendapatkan tempat duduk. Steamboat sepertinya makanan utama, mungkin bisa di bilang khas Cameron Highland. sejauh mata memandang, hampir semua restaurant di Brinchang dan Tanah Rata menjual steamboat. Harga yang ditawarkan juga bervariasi. Di Mountain house kami makan berdua seharga Rm 38 termasuk 2 Teh O Kosong alias 2 Es teh tawar


 Steamboat... yummyyy....

Sebelum kembali ke Hotel, kami berjalan menuju Pasaraya Jimat, untuk membeli kuaci dan snack ringan untuk cemilan kami di kamar


Jangan ditanya lagi, malam itu kami kenyang sekali... benar benar kenyang... sampai rasanya kami tidur nyenyak sekali, apalagi udara di Brinchang cukup dingin.

Day 5 - Cameron Highland

Rute hari ini panjang, kami memulai pagi dengan memakan Bakpao yang dibeli di pasar dekat dengan hotel tempat kami menginap...


Perjalanan kami pagi ini melalui pasar di dekat hotel, berbeda dengan night market yang sangat ramai, pasar yang buka pagi hari terlihat sangat sepi, ada beberapa pedagang kue, sayur, dan peralatan rumah tangga


Kali ini kami berjalan kaki menuju Cactus Valley, letaknya tidak terlalu jauh dari penginapan, kami melewati rentetan ruko ruko dan rumah penduduk sebelum akhirnya sampai di tempat ini



Lalu kami berkunjung ke Big Red Strawberry Farm, lokasinya tidak jauh dari Cactus Valley, tempatnya cukup menarik dan masuk ke tempat ini gratis loh

Big Red Strawberry Park


Wah.. Big Red Strawberry Park memang menyediakan fasilitas khusus untuk foto foto





Big Red Strawberry Park Cameron Highland

Melanjutkan perjalanan...




Sampailah kami di Souvenir Shop dan Big Red Strawberry Cafe

 

Perjalanan berlanjut, Cameron Hoghland memang terkenal dengan strawberry park-nya yang ada dimana mana. Ini adalah pengalaman yang lucu sekaligus seru buat kami, pertama karena Me baca dari Blog salah satu Backpacker yang naik dari Brinchang dengan berjalan kaki dan kami mengikuti jejaknya...

Weleh.. weleh... seru sih seru karena kami bisa berhenti di beberapa tempat wisata, tapi rasanya seperti tidak kunjung sampai, dengan jalanan yang menanjak dan berliku liku... berkilo kilo meter.. wow... sepertinya kali ini kami memecahkan rekor dari seluruh perjalanan

Strawberry Corner
 Pemberhentian kami berikutnya adalah Multicorp Central Market, wah.. tempat ini sangat ramai, ada banyak bus pariwisata berhenti di sini. Multicorp Central Market menjual Cactus, Vas bunga dan perlengkapan bercocok tanam, mempunyai sebuah cafetaria kecil dan juga menjual accesories hingga bunga bunga yang sangat cantik dan berwarna warni


Beli snack dulu ah







Masih di lokasi yang berdekatan nih... Me tertarik banget sama botol botol jus yang besar sekali di toko ini... Bayangkan... kalau botolnya sebesar itu, kira kira berapa lama yah baru habis ???


Jalan sedikit lagi.... masih di lokasi yang berdampingan, kami mampir sebentar di Taman Uncle Sam

Taman Uncle Sam
 
Sebenarnya kami membeli udang goreng dan sosis di tempat ini, tetapi karena perut benar benar kelaparan.. langsung deh kami makan padahal belum sempat kami foto untuk kenang kenangan

Pemberhentian berikutnya adalah Time Tunnel Cafe


 Dan berlanjut ke Time Tunnel Museum, kami hanya foto-foto di depannya, karena memang kami nga berniat untuk berkunjung ke museum


Lanjut lagi foto-foto di depan Kok Lim Strawberry Farm



Dari Kok Lim Strawberry Park kami beristirahat sebentar sambil membeli air buah Lontar, tempatnya di pinggir jalan, tapi ramai....


Masih berlanjut nih... nanjak lagi... dan kami berhenti lagi di S Corner Kea Farm, kali ini untuk makan nasi lemak.. kami benar benar butuh tenaga untuk kembali menanjak... wah...




Menanjak... dan menanjak lagi, tanjakan dari S Corner menuju Cactus Point cukup tajam dan berliku


lanjut lagi... kali ini kami berhenti di Kea Farm untuk makan Burger dan roti sosis



Kami jalan terus sampai bertemu dengan Raju Hills, tadinya kami ingin mampir untuk makan cake di tempat itu, tapi waktu melihat jalan masuk yang menanjak tinggi... urung.. rasanya lebih baik kami batalkan...

Mendekat ke Butterfly Farm, Menyerah... akhirnya kami naik taxi menuju BOH Tea... Rm 15, ternyata masih 3,5 km perjalanan.. wah... nga kebayang sebenarnya saat itu...

BOH Tea Plantation Sungei Palas

Wah... pemandangan dari tempat ini benar benar luar biasa... rasanya kami hanya berkata Wow... Wow...
Berhenti sejenak, di tempat ini kami mengunjungi pabrik pembuatan Teh Boh


Setelah dari pabrik teh kami mulai menjelajah ke gedung utama, di sini kami melihat banyak foto roto dan mesin mesin pembuat teh, sepertinya museum mini tentang proses pembuatan teh dan awal mula berdirinya BOH, kami tidak terlalu menyimak di tempat ini.


Dan sekarang sampailah kami di Cafe Boh.. wah... kami cukup beruntung, karena hujan sesaat banyak yang meninggalkan outdoor area, sehingga pada saat hujan mulai reda kami bisa menempati salah satu meja dengan pemandangan terbaik Boh Tea Plantation.

Waktunya minum teh dan snack

Boh Tea View dari tempat kami duduk



Boh Tea Plantation Sungei Palas


Setelah bersantai sejenak menikmati pemandangan di dalam area cafe, waktunya untuk berjalan jalan di area luar, pemandangan dari luar juga benar benar indah dan mempesona






Kami tidak akan menceritakan secara detail, hanya saja ini adalah sebuah pengalaman yang sangat lucu, menyenangkan, seru, menegangkan, mengerikan, sampai akhirnya melegakan. semua perasaan itu terasa campur aduk saat itu.

Boh Tea Plantation
Indahnya pemandangan dari jalan setapak di tengah perkebunan teh, kami berkenalan dengan empat turis dari German dan Perancis yang sama sama menelusuri jalan setapak untuk keluar dari perkebunan teh ini, dan kami sama sama tersesat. Huah... unforgetable moment....



Saat kami kembali ke jalan semula, ada seorang karyawan dari Boh yang membantu kami, dan juga bercerita bahwa banyak turis yang juga tersesat di tempat itu. Kami rasa pihak perkebunan Boh seharusnya memasang rambu rambu yang jelas bahwa jalan itu berakhir buntu agar tidak ada turis yang tersesat lagi di dalam hutan dan perkebunan teh dan itu akan baik untuk semuanya




Hari sudah hammpir malam, salah seorang petugas Boh mengantarkan kami kembali menuju penginapan dengan biaya Rm 25, wah... kami bersyukur sekali saat itu, tidak terbayangkan jika harus berjalan kaki lagi sejauh 3.5 km menuju jalan raya, apalagi berjalan turun menuju penginapan. Cameron Highland cukup sepi di malam hari, sepertinya semua aktifitas berhenti pada pukul 17.00, terkecuali di kota Brinchang.

Yang jelas itu akan menjadi pengalaman dan sebuah cerita yang tidak akan terlupakan bagi kami

Kembali ke kota Brinchang, hari ini adalah malam terakhir kami menginap di Cameron Highland, kali ini kami berencana menjelajah kuliner malam, pilihan kami jatuh pada kedai ikan bakar dan tom yam Pak Nik, lokasinya tepat di depan hotel tempat kami menginap dan kedai ini sangat ramai hingga tengah malam

Foto Kedai Pak Nik dari teras hotel
Nasi goreng ikan asin ala Pak Nik

Dari Kedai Pak Nik kami pindah ke Wai Yat Restaurant, restaurant ini sepertinya menyediakan makanan yang halal. kami memesan Wonton Mie, Ikan asam manis dan sepoci chinese tea


Masih tergoda olrh aroma dari Kedai Pak Nik, akhirnya kami kembali lagi ke kedai itu untuk melanjutkan wisata kuliner kami, karena rasa nasi goreng yang kami beli sebelumnya enakkk.... kali ini kami mencoba Kwetiaw kuah dan Tom Yam (request tampa cabai) karena untuk makan bersama My LA

 

Akhirnya kuliner malam pun berakhir, saatnya kembali ke hotel. Mengistirahatkan kaki yang sudah luar biasa pegal... pegal...


Day 6 - Cameron Highland - Genting


 Masih di Cameron Highland, pagi itu kami bangun dan membereskan barang barang, hari ini kami akan check out dan berpindah menuju Genting. Tapi kami memanfaatkan waktu untuk wisata kuliner pagi.

Yang pertama kali kami lakukan adalah berjalan menuju pasar untuk membeli bakpao kesukaan Me, My Hubby & My LA


Lalu kami beralih ke kedai mie di depan pasar


Kembali ke pasar, kali ini kami menemukan pedagang di mobil yang menjual B2 Panggang dan Charsiu




Masih di seputar pasar, kali ini kami pindah ke kedai Bakut Teh Cotatte Delight untuk mencicipi Ho Hee


Kuliner pagi sudah berakhir, waktunya untuk check out, sebelumnya mampir di Pasaraya Jimat untuk membeli snack untuk bekal di perjalanan


Kami naik taxi dari depan hotel menuju Terminal Bus Tanah Rata seharga Rm 8, tanpa menggunakan argo.
Sambil menunggu bus, kami jalan jalan ke Taman Pertabalan Tanah Rata







Harga tiket bus dari Cameron Highland menuju Kuala Lumpur Rm 30/orang dengan bus Unity Express Super VIP bus




Saat bus berhenti di rest area, kami mampir untuk membeli buah, rata rata 1 kantong kecil buah Rm 2


Berakhir sudah perjalanan kami di Cameron Highland.
Pada Part 6 Me akan membahas perjalanan kami ke Genting Highland
















0 komentar:

Post a Comment

Thursday, May 23, 2013

A Gift : Part 5 - Jalan Jalan Hemat ke Cameron Highland


Cameron  Highland

Ini adalah sebuah perjalanan tertunda yang menjadi kenyataan, setelah 2 kali kesempatan berkunjung ke tempat ini gagal dan setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya kali ini Me, My Hubby dan My LA sampai juga di Cameron Highland.
Me & My Hubby memang sangat menyukai pegunungan, suasana pegunungan, hawa dingin di pegunungan, saat menikmatinya kami baru merasakan liburan yang sesungguhnya, karena itu kami antusias sekali berkunjung ke tempat ini.

Bus kami berhenti di Tanah Rata, Cameron Highland. Sayang cuaca mendung, hua... kami baru saja tiba dan sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.

 Foto foto di Tanah Rata

Menelusuri pertokoan di sepanjang Tanah Rata untuk mencari pangkalan taxi yang bisa membawa kami ke Brinchang, akhirnya kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu di Sheng Meng Restaurant. Harga makanan di tempat ini berkisar di Rm 7/ porsi



Wah.. hujan mulai turun sekarang, kami tinggal menyebrang untuk naik taxi

Pangkalan Taxi Tanah Rata
Ongkos perjalanan dari Tanah rata menuju Brinchang, Hotel Chua Gin tempat kami menginap adalah Rm 10. Kami memesan hotel ini melalui www.booking.com, untuk kamar standard double, namun pada saat kami tiba disana ternyata kamar double penuh. jadi Recepsionis menawarkan Family room dan untuk dua malam kami membayar Rm 238 terkena penambahan biaya Rm 30 dari harga semula untuk kamar double. karena kesalahan dari pihak Hotel, kami mendapatkan harga khusus...



Hotel Chua Gin terletak di pusat kota Brinchang, lokasinya sangat strategis, dekat dengan pasar, tempat makan, mini market dan night market. Resepsionisnya sangat ramah, bahkan merekomendasikan tempat tempat makan enak di Brinchang. Kami rasa kami cukup puas menginap di hotel ini. Ah... satu satunya kekurangan adalah kami harus naik tangga dua lantai untuk mencapai kamar hotel.

Mandi dan kami bergegas untuk mengelilingi Brinchang, tujuan utama kami adalah night market Brinchang yang sangat terkenal. Night market ini hanya buka pada hari Jumat dan Sabtu dan saat kami tiba di sana suasana sangat ramaiii dan semakin malam semakin ramaiiiiii sekali. Wow... ini salah satu surga makanan di Brinchang, rasanya hampir semua ada di sini, mulai dari buah buahan, gorengan, nasi, sosis, kembang gula, semua ada di tempat ini.


 Suasana di Night Market Brinchang

Kami beli berbagai macam makanan di tempat ini, dari makanan berat, makanan ringan, durian sampai manisan jambu. panjang night market ini hampir mencapai 300 meter dan hampir semuanya pedagang makanan dan buah buahan... wah... sungguh menggoda sekali... bukan cuma itu, 300 meter itu berseberangan di dua sisi jalan loh, jadi hampir 600 meter pedagang makanan. Ada juga sih yang menjual souvenir bernuansa strawberry dan baju baju bertuliskan Cameron Highland

Brincang night market


 Ngemil sambil jalan

Night market ini bener bener seru banget, mungkin karena Me, My Hubby dan My LA suka sekali wisata kuliner. Kalau harga bisa di bilang murah, bisa juga dibilang mahal. Untuk sebuah jagung bakar harganya adalah Rm 3.5, jika membeli 3 menjadi Rm 10. Durian yang kami makan seharga Rm 14, manisan jambu biji 1 buah Rm 4, gorengan jamur Rm 5, dan masih banyak lagi makanan yang kami beli bahkan sampai kami lupa mengambil fotonya.


Kami jalan menuju daerah penginapan dan mampir di sebuah restaurant steamboat yang di rekomendasikan, tetapi karena tempatnya masih penuh akhirnya kami memutuskan kembali ke hotel terlebih dahulu untuk menghabiskan makanan yang kami beli di night market.

 Makan makan berlanjut di kamar hotel

Hampir satu jam, dan kami kembali ke Mountain House untuk menikmati steamboat, kali ini kami tidak mengantri lama dan kami segera mendapatkan tempat duduk. Steamboat sepertinya makanan utama, mungkin bisa di bilang khas Cameron Highland. sejauh mata memandang, hampir semua restaurant di Brinchang dan Tanah Rata menjual steamboat. Harga yang ditawarkan juga bervariasi. Di Mountain house kami makan berdua seharga Rm 38 termasuk 2 Teh O Kosong alias 2 Es teh tawar


 Steamboat... yummyyy....

Sebelum kembali ke Hotel, kami berjalan menuju Pasaraya Jimat, untuk membeli kuaci dan snack ringan untuk cemilan kami di kamar


Jangan ditanya lagi, malam itu kami kenyang sekali... benar benar kenyang... sampai rasanya kami tidur nyenyak sekali, apalagi udara di Brinchang cukup dingin.

Day 5 - Cameron Highland

Rute hari ini panjang, kami memulai pagi dengan memakan Bakpao yang dibeli di pasar dekat dengan hotel tempat kami menginap...


Perjalanan kami pagi ini melalui pasar di dekat hotel, berbeda dengan night market yang sangat ramai, pasar yang buka pagi hari terlihat sangat sepi, ada beberapa pedagang kue, sayur, dan peralatan rumah tangga


Kali ini kami berjalan kaki menuju Cactus Valley, letaknya tidak terlalu jauh dari penginapan, kami melewati rentetan ruko ruko dan rumah penduduk sebelum akhirnya sampai di tempat ini



Lalu kami berkunjung ke Big Red Strawberry Farm, lokasinya tidak jauh dari Cactus Valley, tempatnya cukup menarik dan masuk ke tempat ini gratis loh

Big Red Strawberry Park


Wah.. Big Red Strawberry Park memang menyediakan fasilitas khusus untuk foto foto





Big Red Strawberry Park Cameron Highland

Melanjutkan perjalanan...




Sampailah kami di Souvenir Shop dan Big Red Strawberry Cafe

 

Perjalanan berlanjut, Cameron Hoghland memang terkenal dengan strawberry park-nya yang ada dimana mana. Ini adalah pengalaman yang lucu sekaligus seru buat kami, pertama karena Me baca dari Blog salah satu Backpacker yang naik dari Brinchang dengan berjalan kaki dan kami mengikuti jejaknya...

Weleh.. weleh... seru sih seru karena kami bisa berhenti di beberapa tempat wisata, tapi rasanya seperti tidak kunjung sampai, dengan jalanan yang menanjak dan berliku liku... berkilo kilo meter.. wow... sepertinya kali ini kami memecahkan rekor dari seluruh perjalanan

Strawberry Corner
 Pemberhentian kami berikutnya adalah Multicorp Central Market, wah.. tempat ini sangat ramai, ada banyak bus pariwisata berhenti di sini. Multicorp Central Market menjual Cactus, Vas bunga dan perlengkapan bercocok tanam, mempunyai sebuah cafetaria kecil dan juga menjual accesories hingga bunga bunga yang sangat cantik dan berwarna warni


Beli snack dulu ah







Masih di lokasi yang berdekatan nih... Me tertarik banget sama botol botol jus yang besar sekali di toko ini... Bayangkan... kalau botolnya sebesar itu, kira kira berapa lama yah baru habis ???


Jalan sedikit lagi.... masih di lokasi yang berdampingan, kami mampir sebentar di Taman Uncle Sam

Taman Uncle Sam
 
Sebenarnya kami membeli udang goreng dan sosis di tempat ini, tetapi karena perut benar benar kelaparan.. langsung deh kami makan padahal belum sempat kami foto untuk kenang kenangan

Pemberhentian berikutnya adalah Time Tunnel Cafe


 Dan berlanjut ke Time Tunnel Museum, kami hanya foto-foto di depannya, karena memang kami nga berniat untuk berkunjung ke museum


Lanjut lagi foto-foto di depan Kok Lim Strawberry Farm



Dari Kok Lim Strawberry Park kami beristirahat sebentar sambil membeli air buah Lontar, tempatnya di pinggir jalan, tapi ramai....


Masih berlanjut nih... nanjak lagi... dan kami berhenti lagi di S Corner Kea Farm, kali ini untuk makan nasi lemak.. kami benar benar butuh tenaga untuk kembali menanjak... wah...




Menanjak... dan menanjak lagi, tanjakan dari S Corner menuju Cactus Point cukup tajam dan berliku


lanjut lagi... kali ini kami berhenti di Kea Farm untuk makan Burger dan roti sosis



Kami jalan terus sampai bertemu dengan Raju Hills, tadinya kami ingin mampir untuk makan cake di tempat itu, tapi waktu melihat jalan masuk yang menanjak tinggi... urung.. rasanya lebih baik kami batalkan...

Mendekat ke Butterfly Farm, Menyerah... akhirnya kami naik taxi menuju BOH Tea... Rm 15, ternyata masih 3,5 km perjalanan.. wah... nga kebayang sebenarnya saat itu...

BOH Tea Plantation Sungei Palas

Wah... pemandangan dari tempat ini benar benar luar biasa... rasanya kami hanya berkata Wow... Wow...
Berhenti sejenak, di tempat ini kami mengunjungi pabrik pembuatan Teh Boh


Setelah dari pabrik teh kami mulai menjelajah ke gedung utama, di sini kami melihat banyak foto roto dan mesin mesin pembuat teh, sepertinya museum mini tentang proses pembuatan teh dan awal mula berdirinya BOH, kami tidak terlalu menyimak di tempat ini.


Dan sekarang sampailah kami di Cafe Boh.. wah... kami cukup beruntung, karena hujan sesaat banyak yang meninggalkan outdoor area, sehingga pada saat hujan mulai reda kami bisa menempati salah satu meja dengan pemandangan terbaik Boh Tea Plantation.

Waktunya minum teh dan snack

Boh Tea View dari tempat kami duduk



Boh Tea Plantation Sungei Palas


Setelah bersantai sejenak menikmati pemandangan di dalam area cafe, waktunya untuk berjalan jalan di area luar, pemandangan dari luar juga benar benar indah dan mempesona






Kami tidak akan menceritakan secara detail, hanya saja ini adalah sebuah pengalaman yang sangat lucu, menyenangkan, seru, menegangkan, mengerikan, sampai akhirnya melegakan. semua perasaan itu terasa campur aduk saat itu.

Boh Tea Plantation
Indahnya pemandangan dari jalan setapak di tengah perkebunan teh, kami berkenalan dengan empat turis dari German dan Perancis yang sama sama menelusuri jalan setapak untuk keluar dari perkebunan teh ini, dan kami sama sama tersesat. Huah... unforgetable moment....



Saat kami kembali ke jalan semula, ada seorang karyawan dari Boh yang membantu kami, dan juga bercerita bahwa banyak turis yang juga tersesat di tempat itu. Kami rasa pihak perkebunan Boh seharusnya memasang rambu rambu yang jelas bahwa jalan itu berakhir buntu agar tidak ada turis yang tersesat lagi di dalam hutan dan perkebunan teh dan itu akan baik untuk semuanya




Hari sudah hammpir malam, salah seorang petugas Boh mengantarkan kami kembali menuju penginapan dengan biaya Rm 25, wah... kami bersyukur sekali saat itu, tidak terbayangkan jika harus berjalan kaki lagi sejauh 3.5 km menuju jalan raya, apalagi berjalan turun menuju penginapan. Cameron Highland cukup sepi di malam hari, sepertinya semua aktifitas berhenti pada pukul 17.00, terkecuali di kota Brinchang.

Yang jelas itu akan menjadi pengalaman dan sebuah cerita yang tidak akan terlupakan bagi kami

Kembali ke kota Brinchang, hari ini adalah malam terakhir kami menginap di Cameron Highland, kali ini kami berencana menjelajah kuliner malam, pilihan kami jatuh pada kedai ikan bakar dan tom yam Pak Nik, lokasinya tepat di depan hotel tempat kami menginap dan kedai ini sangat ramai hingga tengah malam

Foto Kedai Pak Nik dari teras hotel
Nasi goreng ikan asin ala Pak Nik

Dari Kedai Pak Nik kami pindah ke Wai Yat Restaurant, restaurant ini sepertinya menyediakan makanan yang halal. kami memesan Wonton Mie, Ikan asam manis dan sepoci chinese tea


Masih tergoda olrh aroma dari Kedai Pak Nik, akhirnya kami kembali lagi ke kedai itu untuk melanjutkan wisata kuliner kami, karena rasa nasi goreng yang kami beli sebelumnya enakkk.... kali ini kami mencoba Kwetiaw kuah dan Tom Yam (request tampa cabai) karena untuk makan bersama My LA

 

Akhirnya kuliner malam pun berakhir, saatnya kembali ke hotel. Mengistirahatkan kaki yang sudah luar biasa pegal... pegal...


Day 6 - Cameron Highland - Genting


 Masih di Cameron Highland, pagi itu kami bangun dan membereskan barang barang, hari ini kami akan check out dan berpindah menuju Genting. Tapi kami memanfaatkan waktu untuk wisata kuliner pagi.

Yang pertama kali kami lakukan adalah berjalan menuju pasar untuk membeli bakpao kesukaan Me, My Hubby & My LA


Lalu kami beralih ke kedai mie di depan pasar


Kembali ke pasar, kali ini kami menemukan pedagang di mobil yang menjual B2 Panggang dan Charsiu




Masih di seputar pasar, kali ini kami pindah ke kedai Bakut Teh Cotatte Delight untuk mencicipi Ho Hee


Kuliner pagi sudah berakhir, waktunya untuk check out, sebelumnya mampir di Pasaraya Jimat untuk membeli snack untuk bekal di perjalanan


Kami naik taxi dari depan hotel menuju Terminal Bus Tanah Rata seharga Rm 8, tanpa menggunakan argo.
Sambil menunggu bus, kami jalan jalan ke Taman Pertabalan Tanah Rata







Harga tiket bus dari Cameron Highland menuju Kuala Lumpur Rm 30/orang dengan bus Unity Express Super VIP bus




Saat bus berhenti di rest area, kami mampir untuk membeli buah, rata rata 1 kantong kecil buah Rm 2


Berakhir sudah perjalanan kami di Cameron Highland.
Pada Part 6 Me akan membahas perjalanan kami ke Genting Highland
















0 komentar:

Post a Comment